PROGRAM INOVASI SEKOLAH – LITERASI DIGITAL SD NEGERI BERU ( LIDI SERU )

Kabar Seru – Membaca merupakan hal yang penting untuk dibudayakan karena pengetahuan diperoleh melalui membaca. Rendahnya minat baca siswa disebabkan oleh beberapa faktor yaitu :

1) Siswa belum terbiasa untuk membaca

2) Siswa cenderung lebih senang menonton dari pada membaca buku

3) Bacaan yang dimiliki siswa masih sangat terbatas, dan

4) Waktu luang siswa lebih banyak digunakan untuk bermain Gadget untuk

bermain game, bermedia sosial dari pada membaca artikel atau mencari pengetahuan di internet.

Berdasarkan kondisi tersebut SD Negeri Beru Kecamatan Sarirejo Kabupaten Lamongan merasa perlu meluncurkan sebuah program inovasi untuk meningkatkan minat baca dan kompetensi literasi peserta didik sehingga kualitas pendidikan di SD Negeri Beru menjadi meningkat.

Pada bulan Oktober 2023, SD Negeri Beru meluncurkan program ” LIDI SERU ( Literasi Digital SDN BERU ) “. Program ini dirancang untuk memberikan fasilitas buku bacaan digital yang ramah anak, dapat diakses dimanapun peserta didik berada, sekaligus sebagai usaha untuk meningkatkan minat baca peserta didik, mengingat keterbatasan buku bacaan konvensional yang dimiliki sekolah. Program LIDISERU merupakan program pemanfaatan aplikasi buku digital ramah anak melalui kegiatan membaca setiap hari 15 menit sebelum dimulainya pembelajaran di sekolah, menceritakan hasil bacaannya seminggu sekali setiap hari selasa pagi didepan teman sekolahnya dan di rumah saat waktu senggang serta sebelum tidur melalui kegiatan mendongeng yang dibantu oleh orang tua peserta didik

Melalui Kolaborasi dan komunikasi yang baik antara guru, orang tua dan peserta didik memungkinkan identifikasi dan penanganan permasalahan akan minat baca peserta didik akan jauh lebih efektif.

  1. Data Pendukung

Berbagai penelitian telah dilakukan untuk mengetahui minat baca di berbagai Negara. Dalam penelitian Anjani, dkk (2019:5) dinyatakan bahwa : Program for International Student Assesment (PISA) menyebutkan tingkat literasi Indonesia pada tahun 2015 masih berada pada urutan ke 64 dari 72 negara dengan point 397, kemudian ditahun 2018 memperoleh point 371 dan terakhir pada tahun 2022 mendapatkan point 359 berdasarkan data PISA yang dikutip pada artikel ( https://asadewantara.org/2023/12/06/mencermati-hasil-pisa-indonesia-tahun-2022/ ).

Data diatas menunjukkan bahwa tingkat literasi peserta didik rerata di Indonesia mengalami penurunan yang salah satunya disebabkan oleh Pandemi Covid 19 sehingga terjadi learning loss. Berdasarkan data tersebut, dibuatlah inovasi LIDI SERU (Literasi Digital SDN BERU). Untuk mendukung inovasi tersebut, terdapat beberapa peraturan diantaranya :

  • Undang-undang No.20 Tahun 2003, tentang sistem Pendidikan Nasional
  • Undang-undang Nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah
  • Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 57 Tahun 2021 tentang Standar Nasional Pendidikan sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 2022 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2021 tentang Standar Nasional Pendidikan
  • Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 23 Tahun 2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti melalui pembiasaan membaca selama 15 menit sebelum belajar
  • Permendikbudriset No. 7 Tahun 2022 tentang Standar Isi
  • Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Nomor : 16 Tahun 2022 tentang Standar Proses pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah
  • Kebaruan Inovasi

Berikut kebaruan dari inovasiLIDI SERU (Literasi Digital SDN BERU)

  1.  Digitalisasi : Program ini menjawab kebutuhan sarana dan prasarana perpustakaan sekolah dan buku bacaan ramah anak bagi sekolah yang tidak memiliki sarana dan prasarana tersebut. Hal ini seperti terjadi pada SD Negeri Beru yang tidak memiliki gedung perpustakaan dan buku bacaan ramah anak, sehingga melalui inovasi LIDI SERU (Literasi Digital SDN BERU) yang dimiliki SD Negeri Beru Kecamatan Sarirejo Kabupaten Lamongan kebutuhan akan minat baca dan kompetensi literasi peserta didik tetap bisa terpenuhi
  2.  Fleksibel : Inovasi ini berupa aplikasi e-book berbasis google sites sehingga dimanapun dan kapanpun aplikasi ini bisa di akses oleh peserta didik dan orang tua baik menggunakan gadget maupun perangkat komputer atau laptop, asal terdapat jaringan internet karena berbasis online (daring). Pendekatan ini memungkinkan guru bisa memantau aktivitas kegiatan membaca peserta didik dirumah.
  3.  Kolaborasi dengan orang tua peserta didik : Program ini juga melibatkan orang tua peserta didik dalam proses pendampingan pemanfaatan aplikasi. Kolaborasi ini membantu dalam memahami permasalahan siswa secara lebih mendalam dan memberikan solusi yang lebih efektif.
  •  Penggunaan Hari Tertentu untuk Penampilan peserta didik bercerita : Pendampingan dilakukan setiap hari selama 15 menit sebelum jam pelajaran dimulai, akan tetapi ada waktu khusus satu minggu sekali yaitu hari selasa sebelum jam pelajaran dimulai diadakan pentas bercerita oleh peserta didik yang disaksikan teman-temannya.
  •  Fokus pada peningkatan minat baca dan kompetensi literasi : Inovasi ini secara khusus dirancang untuk meningkatkan minat baca dan kompetensi literasi peserta didik. Minat baca tumbuh dari kebiasaan membaca setiap hari baik dirumah dan disekolah, kemudian peningkatan kompetensi literasi diperoleh dari kegiatan menceritakan kembali isi buku yang dibacanya.
  •  Membangun Hubungan Positif : Program ini tidak hanya fokus pada aspek literasi, tetapi juga berupaya membangun hubungan positif antara peserta didik, guru, dan orang tua. Hubungan yang baik ini mendukung proses belajar yang lebih efektif dan menyenangkan bagi siswa.

Dengan pendekatan yang inovatif dan terfokus, program LIDI SERU diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan di SD Negeri Beru dan membantu siswa meningkatkan minat baca dan kompetensi literasinya.

  • Rancang Bangun Inovasi

Pandemi Covid-19 membawa dampak besar bagi seluruh aspek kehidupan  kita. Salah satunya dalam bidang pendidikan. Agar anak-anak tidak tertinggal  pembelajaran dan kesehatan tetap terjaga pemerintah menerapkan pembelajaran  Jarak Jauh. Namun hal ini meninggalkan masalah besar bagi dunia pendidikan.  Kurangnya sarana dan prasarana menjadi salah satu penyebabnya. Akibatnya  terjadi krisis pembelajaran di Indonesia yang menyebabkan semakin tertinggal  dengan hilangnya pembelajaran atau yang kita kenal dengan istilah learning loss.  

Setelah Pandemi Covid -19 berakhir, Untuk mengatasi permasalahan diatas  SD Negeri Beru Kecamatan Sarirejo Kabupaten Lamongan meluncurkan  sebuah program inovasi yang bernama LIDI SERU ( Literasi Digital SDN BERU ) ”. Program ini dilaksanakan sejak bulan Oktober 2023  sebagai bentuk inovasi sekolah untuk meningkatkan minat baca dan kompetensi literasi peserta didikserta untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan di  sekolah.  

Program ini berfokus pada pemenuhuan buku bacaan ramah anak yang bisa di akses dimanapun peserta didik berada untuk meningkatkan minat baca dan kompetensi literasinya melalui kegiatan membaca 15 menit sebelum pelajaran di mulai dan setiap hari selasa pagi siswa dituntut untuk menceritakan buku yang dia baca kepada teman sebayanya, sementara kegiatan dirumah siswa diwajibkan sehari sekali membaca 1 buku bacaan yang ada pada aplikasi buku digital ramah anak serta tugas orang tua mendongengkan cerita kepada anak sebelum tidur dengan memanfaatkan aplikasi buku bacaan ramah anak yang dimiliki SD Negeri Beru Kecamatan Sarirejo Kabupaten Lamongan.

Faktor lain selain untuk meningkatkan minat baca pada peserta didik adala untuk mengurangi kecanduan peserta didik pada gadget untuk bermain game dan media sosial juga bisa berkurang karena mereka harus merubah kegiatan bermain gadget untuk membuka aplikasi pada program inovasi lidi seru ( berikut aplikasinya : https://bit.ly/lidiseru atau bisa juga di akses di https://sdnberu.sch.id )

Didalam aplikasi lidiseru terdapat berbagai macam jenin buku diantaranya buku bacaan non teks yang ramah anak dalam artian buku tersebut dibuat berjenjang sesuai dengan kemampuan membaca peserta didik, mulai dari jenjang A1,A2,B1,B2,B3,C,D dan E. Penjenjangan buku ini tak lain dilakukan untuk meningkatkan minat baca peserta didik. Berikut Penjenjangan Buku yang ada di aplikasi lidiseru :

  1.   Jenjang A atau Jenjang Pembaca Dini adalah jenjang pembaca yang baru kali pertama mengenal buku yang memerlukan Perancah atau scaffolding untuk mendampingi anak membaca.
  2.   Jenjang B atau Jenjang Pembaca Awal adalah jenjang pembaca yang memerlukan Perancah atau scaffolding dan mampu membaca teks berupa kata/frasa dengan kombinasi bunyi huruf, klausa, dan kalimat sederhana.
  3.   Jenjang C atau Jenjang Pembaca Semenjana adalah jenjang pembaca yang mampu membaca teks secara lancar berbentuk paragraf dalam satu wacana.
  4.   Jenjang D atau Jenjang Pembaca Madya adalah jenjang pembaca yang mampu memahami beragam teks dengan tingkat kesulitan menengah.
  5.   Jenjang E atau Jenjang Pembaca Mahir adalah jenjang pembaca yang mampu membaca secara analitis dan kritis berbagai sumber bacaan untuk menyintesis pemikiran secara lebih baik

Program LIDI SERUini dilaksanakan di sekolah maupun dirumah rumah siswa masing-masing.  Setelah anak-anak pulang sekolah Bapak / Ibu guru memantau berapa anak yang telah mengunjungi aplikasi tersebut, kemudian berapa orang tua yang mengakses aplikasi tersebut untuk membacakan buku cerita sebelum anak-anak tidur, kemudian dilaporkan sebulan sekali melalui WA orang tua. Kemudian di sekolah kegiatan membaca dilakukan selama 15 menit sebelum pelajaran dimulai dan pentas bercerita seminggu sekali setiap hari selasa sebelum pelajaran dimulai.

  • TUJUAN
  • Meningkatkan kompetensi literasi peserta didik
  • Menumbuhkembangkan budaya cinta membaca sejak dini.
  • Gerakan Digitalisasi Literasi Sekolah.
  • Menjalin kolaborasi antara sekolah dan orang tua untuk peningkatan literasi.
  • Membangun hubungan yang positif antara sekolah, orang tua dan peserta didik.
  • Pengalihan kegiatan bermain game di gadget menjadi kegiatan membaca di gadget ketika peserta didik dirumah.
  • MANFAAT
  • Meningkatkan minat baca peserta didik.
  • Dapat memenuhi kebutuhan akan buku bacaan ramah anak bagi peserta didik
  • Kemudahan akses buku bacaan melalui gadget.
  • Memudahkan orang tua memantau buku bacaan yang anak baca ketika di rumah.
  • Terciptanya hubungan yang positif antara siswa dan orang tua siswa.
  • Mengurangi intensitas peserta didik bermain game di gadget dengan cara mengalihkan kegiatan membaca melalui gadget
  • HASIL

Terjadi peningkatan kompetensi literasi peserta didik, dengan besaran nilai persentase jumlah peserta didik yang telah mencapai kompetensi minimum untuk Kemampuan Literasi tahun 2024 adalah 83,33%, naik 6,41 dibandingkan hasil tahun 2023 yaitu 76,92% berdasarkan hasil raport pendidikan yang dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi setiap tahunnya.

Dari orang tua juga mendukung adanya inovasi ini dikarenakan bisa mendorong nilai dan semangat siswa untuk gemar membaca dimanapun dan kapapun mereka berada karena keberadaan aplikasi lidi seru yang bisa di akses menggunakan handphone peserta didik. Pada aspek lain inovasi ini juga mendukung keberhasilan program prioritas PERINTIS dan Kabupaten Ramah Anak Pemerintah Kabupaten Lamongan.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top